katazikurasana30. Diberdayakan oleh Blogger.

Contoh Asumsi Dan Keterbatasan Pengembangan, Spesifikasi Produk Yang Dihasilkan


J.       Asumsi Dan Keterbatasan Pengembangan
1.        Asumsi Pengembangan
Dalam penelitian ini, media pembelajaran berbasis pendekatan saintifik  dikembangkan dengan adanya beberapa asumsi, yaitu:
a.       Menurut Bloom, yang dikutip dari Muhammad Rohman, bahwa tujuan pembelajaran dapat terlihat dari bentuk perilaku yang ditampilkan siswa dalam tiga domain, yaitu domain kognitif, afektif, dan psikomotor.
b.      Computer Technology Research (Munir, 2012:6) menyatakan bahwa orang hanya mampu mengingat 20% dari yang dilihat dan 30% dari yang didengar. Tetapi orang dapat mengingat 50% dari yang dilihat dan didengar, dan 80% dari yang dilihat, didengar, dan dilakukan sekaligus. Dengan menggunakan multimedia, dapat menyajikan informasi yang sekaligus dilihat, didengar, dan dilakukan, sehingga multimedia sangatlah efektif untuk menjadi alat yang lengkap dalam proses pembelajaran.
c.       Dengan menggunakan multimedia pada pembelajara, peserta didik dapat mempelajari materi ajar berupa teks, gambar, chart, suara, video, dan sebagainya yang dikemas dalam powerpoint.
2.        Keterbatasan Pengembangan
Dalam pengembangan media pembelajaran berbasis pendekatan saintifik ini terdapat beberapa keterbatasan, antara lain:
a.       Penelitian yang dilaksanakan hanya terbatas untuk subtema daur air.
b.      Pada penelitian ini, pengembangan media pembelajaran hanya sebatas pada pengembangan multimedia.
c.       Memerlukan waktu yang lebih lama untuk membuat multimedia dalam pembelajaran dari pada hanya membuat media gambar.
d.      Dengan keterbatasan waktu yang tersedia, menyebabkan pengembangan media pembelajaran tidak dapat dilakukan secara optimal.
e.       Ketersediaan media pembelajaran elektronik seperti komputer dan LCD yang mendukung pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran masih terbatas.

K.      Spesifikasi Produk Yang Dihasilkan
Produk yang dihasilkan dari penelitian ini merupakan media pembelajaran berbasis komputer dengan menggunakan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring. Media pembelajaran yang dikembangakan dapat digunakan sebagai alat untuk mempermudah pendidik dalam mempersiapkan bahan ajar untuk pembelajaran bersubtema daur air yang sasarannya adalah peserta didik kelas V Sekolah Dasar. Secara spesifik media pembelajaran yang peneliti kembangkan adalah Multimedia.
 
L.      METODE PENELITIAN
1.    Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development). Menurut kamus besar bahasa Indonesia, penelitian adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum. Sedangkan pengembangan adalah proses atau cara yang dilakukan untuk mengembangkan sesuatu menjadi baik atau sempurna. Jadi, merujuk dari pengertian tersebut, dapat didefinisikan bahwa penelitian pengembangan adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk mengembangkan sesuatu menjadi lebih sempurna, atau mengembangkan suatu produk menjadi lebih baik.
Menurut Sugiyono, metode penelitian dan pengembangan (research and development) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut.
Dapat dipahami melalui namanya Research & Development, penelitian ini sebagai penelitian yang kegiatannya dimulai dengan research (penelitian) dan diteruskan dengan development (pengembangan). Research merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan pengguna (needs assessment) dan dalam pelaksanaan uji coba produk, sedangkan kegiatan development dilakukan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran berbasis pendekatan saintifik.
Proses pengembangan multimedia  ini mengacu pada model pengembangan pembelajaran Thiagarajan yaitu model 4-D. Model pengembangan 4-D ini meliputi tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (development), dan tahap pendiseminasian (disseminate). Pengembangan multimedia mengacu pada tahapan-tahapan pengembangan yang ada pada model pengembangan 4-D tersebut.
2.    Desain penelitian
a.      Lokasi Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 ..., SDN 3 ..., dan SDN 4 .... Ketiga sekolah tersebut berlokaksi di Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.
b.      Populasi dan Sampel Penelitian
Sugiyono (2009:117) menyebutkan bahwa ”populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2010:173) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 ..., SDN 3 ..., dan SDN 4 ... Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.
Sugiyono (2009:118) “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Dari jumlah peserta didik    orang sebagai populasi relatif sedikit, maka pengambilan sampel menggunakan teknik sampling Nonprobability yaitu sampel jenuh. (Sugiyono 2009:124). Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 174) menjelaskan bahwa sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.
Karena jumlah populasi yang relatif sedikit, maka pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampel (sampling) yang digunakan adalah sampling jenuh. “Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel” (Sugiyono, 2009: 124). Yang menjadi populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V sekolah dasar di SDN 1, 3 dan 4 ....
c.       Definisi Istilah
multimedia adalah gabungan dua atau lebih format media yang berpadu dan  ditekankan kepada kendali komputer sebagai penggerak dari keseluruhan gabungan media  yang digunakan oleh pendidik untuk menyampaikan materi atau pesan  supaya dapat diterima oleh peserta didik sehingga dapat menciptakan pembelajaran  yang interaktif.
Multimedia berbasis saintifik adalah multimedia yang digunakan dalam pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik lebih mampu dalam mengamati, menanya, mengasosiasi/menalar, mencoba/mengumpulkan data, dan membentuk jejaring.
Pendekatan saintifik adalah pendekatan dalam pembelajaran dengan menggunakan metode ilmiah yang mendorong peserta didik lebih mampu dalam mengamati, menanya, mengasosiasi/menalar, mencoba/mengumpulkan data, dan membentuk jejaring.
Subtema Daur Air merupakan bagian dari tema Peristiwa dalam kehidupan. Pembelajaran dalam subtema iniadalah pembelajaran tematik di kelas V yang membahas tentang siklus atau perputaran air yang ada di muka bumi yang dimanfaatkan oleh makhluk hidup untuk proses kehidupannya. Subtema ini dibuat oleh peneliti sendiri dan dirancang dengan mengacu pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dari kurikulum 2013, hal ini dikarenakan belum ada subtema untuk kelas V pada kurukulum 2013. Subtema ini menggabungkan tiga mata pelajaran yaitu IPA, Bahasa Indonesia, dan SBdP (Seni Budaya dan Prakarya).
0 Komentar untuk "Contoh Asumsi Dan Keterbatasan Pengembangan, Spesifikasi Produk Yang Dihasilkan "

Back To Top