katazikurasana30. Diberdayakan oleh Blogger.

Contoh Tematik Terpadu, Landasan dan Prinsip Dasar Pembelajaran Terpadu dalam Proposal


3.      Tematik Terpadu
Pembelajaran Terpadu (PT) merupakan pendekatan belajar-mengajar yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam rangka untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik melalui pemahaman konsep-konsep yang mereka pelajari secara langsung sehingga mereka (para peserta didik) dapat menghubungkan dengan konsep-konsep lain yang telah dipahami sebelumnya (Depdikbud, 1996).
Dalam pembelajaran terpadu, tema digunakan sebagai pemersatu materi yang saling berkaitan baik dalam satu mata pelajaran atau antar mata pelajaran dalam satu pembelajaran untuk memberikan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik dalam memahami berbagai konsep yang mereka pelajari akan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasainya.
a.    Landasan Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik tidak terlepas dari dasar pijakan atau acuan yang menjadi pedoman dalam pelaksanaannya. Berikut ini merupakan landasan pembelajaran tematik yang dikemukakan oleh Asep Herry Hernawan (2007: 130)
1)   Landasan Filosofis
Pembelajaran tematik dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu progresivisme, konstruktivisme, dan humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreativitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa sebagai kunci dalam pembelajaran. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan atau kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.
2)   Landasan Psikologis
Pembelajaran tematik berlandaskan pada dua aliran psikologi, yaitu psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan perserta didik berfungsi dalam menentukan isi atau materi pembelajaran tematik agar tingkat kedalaman dan keluasannnya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Psikologi belajar berkaitan dengan cara atau metode penyampaian materi pelajaran dan cara siswa mempelajari materi tersebut.
3)      Landasan Yuridis
Pelaksanaan pembelajaran tematik harus disesuaikan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. 23 Pasal 9 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU No. 20 Bab V Pasal 1-b Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
b.   Prinsip Dasar Pembelajaran Terpadu
Menurut Ujang Sukandi,dkk. (Triyanto, 2012:57) pembelajaran terpadu memiliki satu tema aktual, dekat dengan dunia peserta didik, dan ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Tema ini menjadi alat pemersatu materi yang beragam dari beberapa materi pelajaran .
Dalam pembelajaran terpadu, pendidik harus memilih materi atau bahasan dari satu mata pelajaran atau beberapa  mata pelajaran yang memiliki keterkaitan. Pembelajaran terpadu harus sesuai dan mendukung pencapaian tujuan dalam kurikulum. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendidik pada saat akan memadukan materi pembelajaran, diantaranya :  pertama, materi yang akan dipadukan dalam satu tema perlu mempertimbangkan karateristik peserta didik, seperti minat,kemampuan,kebutuhan dan pengetahuan awal. Kedua, materi pelajaran yang dipadukan tidak perlu terlalu dipaksakan, artinya,materi yang tidak mungkin dipadukan tidak perlu dipadukan.
Trianto (2012: 58) menjelaskan secara umum prinsip-prinsip pembelajaran terpadu dapat diklasifikasikan menjadi: (1) prinsip penggalian tema, (2) prinsip pengelolaan pembelajaran, (3) prinsip evaluasi, dan (4) prinsip reaksi.
1)      Prinsip Penggalian Tema
Prinsip penggalian merupakan prinsip utama (fokus) dalam pembelajaran terpadu. Artinya, tema-tema yang saling tumpang tindih dan ada keterkaitan menjadi target utama dalam pembelajaran. Dengan demikian, dalam penggalian tema tersebut hendaklah memperhatikan beberapa persyaratan.
a)      Tema hendaknya tidak terlalu luas, namun dengan mudah dapat digunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran.
b)      Tema harus bermakna, maksudnya tema yang dipilih untuk dikaji harus memberian bekal bagi peserta didik untuk belajar selanjutnya.
c)      Tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis anak.
d)     Tema dikembangkan harus mewadahi sebagian besar minat anak.
e)      Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi dalam rentang waktu bekajar.
f)       Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat (asas relevansi).
g)      Tema yang dipilih hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.
2)      Prinsip Pengelolaan Pembelajaran
Pengelolaan pembelajaran dapat optimal apabila pendidik mampu menempatkan dirinya dalam keseluruhan proses. Artinya, pendidik harus mampu menempatkan diri sebagai fasilitator dan mediator dalam proses pembelajaran.
3)      Prinsip Evaluasi
Dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran terpadu, maka diperlukan beberapa langkah positif antara lain :
a)      Memeberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan evaluasi diri (self evaluation/ self assesment) disampingbentuk evaluasi lainnya.
b)      Pendidik perlu mengajak para peserta didik untuk mengevaluasi perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan yang akan dicapai.
4)      Prinsip Reaksi
Pendidik ditntut agar mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaransehingga tercapai  secara tuntas tujuan-tujuan pembelajaran. Pendidik harus bereaksi terhadap aksi peserta didik dalam semua peristiwa  serta tidak mengarahkan aspek yang sempit melainkan ke suatu kesatuan yang utuh dan bermakna.
Dalam kegiatan pembelajaran, pembelajaran terpadu memiliki arti penting. Beberapa hal yang mendasari pentingnya pembelajaran terpadu adalah sebagai berikut :
a)      Dunia peserta didik merupakan dunia nyata
Tingkat perkembangan mental peserta didik dimulai dengan tahap berpikir nyata atau konkrit. Peristiwa atau objek yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari memuat sejumlah konsep/materi beberapa mata pelajaran yang peserta didik temukan disekolah.
b)      Proses pemahaman peserta didik terhadap suatu konsep dalam suatu peristiwa/objek lebih terorganisir
Peserta didik akan lebih mudah membangun konsep baru yang mereka temukan apabila sesuai dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Pendidik dan orang tua berperan sebagai fasilitator dan pembimbing pada saat peserta didik pada saan memahami suatu konsep baru agar terorganisir dengan baik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
c)      Pembelajaran peserta didik akan lebih bermakna
Pembelajaran terpadu akan lebih bermakna apabila peserta didik dapat mempraktekkan langsung dalam kehidupannya. Pembelajaran terpadu hendaknya dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk mempelajari materi berikutnya. Pembelajaran terpadu sangat berpeluang untuk memanfaatkan pengetahuan sebelumnya.
d)     Memberi peluang pada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan diri
Dalam pembelajaran, pengembanganan kemampuan peserta didik dibagi menjadi tiga ranah yaitu ranah kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan). Dalam pembelajaran terpadu, memberipeluang kepada peserta didik untuk mengembangkan tiga ranah tersebut.
e)      Memperkuat kemampuan yang diperoleh
Dengan materi yang saling berkaitan dalam satu pembelajaran, pengetahuan yang didapat dari materi-materi tersebut akan saling memperkuat penguasaan konsep yang diperoleh peserta didik.
f)       Efesiensi waktu pembelajaran
Penggabungan beberapa mata pelajaran dalan satu waktu, akan lebih menghemat waktu pendidik untuk mempersiapkan perencanaan pembelajaran. Selain itu, pendidik tidak harus menyampaikan materi pembelajaran yang berkaitan secara berulang-ulang.
c.    Karakteristik Pembelajaran Terpadu
Menurut Depdikbud (1996:3), pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa karakteristik atau ciri-ciri, yaitu : holistik, bermakna, otentik, dan aktif.
1)      Holistik
Peristiwa atau objek yang menjadi pusat kajian dalam pembelajaran terpadu diamati dari satu sudut pandang yang terkotak-kotak. Hal ini memungkinkan untuk peserta didik untuk memahami peristiwa atau objek dari segala sisi.
2)      Bermakna
Pengkajian peristiwa atau objek dari berbagai sudut pandang, memungkinkan terbentuknya skemata atau jalinan antar konsep-konsep ang telah dipelajari peserta didik. Hal ini akan berdampak pada kebermaknaan materi yang dipelajari.
3)      Otentik
Kegiatan belajar secara langsung dalam pembelajaran terpadu memungkinkan peserta didik untuk memperoleh konsep-konsep dan memahami secara langsung  materi yang dikehendakinya. Peserta didik mencari sendiri konsep dari eksperimen atau kegiatan belajar secra langsung. Pendidik berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh konsep yang sedang mereka cari. Informasi atau konsep yang diperoleh secara langsung oleh peserta didik sifatnya menjadi lebih otentik.
4)      Aktif
Pembelajaran terpadu menekankan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran, baik secara fisik, mental, intelektual, maupun emosional guna tercapainya hasil belajar yang optimal dengan mempertimbangkan hasrat, minat, dan kemampuan peserta didik sehingga mereka termotifasi untuk terus menerus belajar.
d.   Sintaks Pembelajaran Terpadu
Prabowo (Trianto, 2012:63) menjelaskan bahwa sintaks atau langkah-langkah pembelajaran terpadu mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap model pembelajaran yang meliputi tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Berkaitan dengan itu, maka sintaks pembelajaran terpadu dapat direduksi dari berbagai model pembelajaran seperti pembelajaran terpadu langsung (direct instructions), model pembelajaran kooperatif (cooperative learning), pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning).
1)      Tahap Perencanaan
Dalam tahap perencanaan, terdapat lima langkah yang harus dilaksanakan, yaitu : (a) menentukan jenis mata pelajaran dan jenis keterampilan yang dipadukan, (b) memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator, (c) menentukan sub keterampilan yang dipadukan, (d) merumuskan indikator hasil belajar, dan (e) menentukan langkah-langkah pembelajaran.
2)      Tahap Pelaksanaan
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan oleeh pendidik dalam tahap pelaksanaan pembelajaran terpadu meliputi : pertama, pendidik tidak mendominasi kegiatan pembelajaran; kedua, pemberian tugas dan tanggungjawab individu maupun kelompok harus jelas dalam setiap tugas yang menuntut adanya kerja kelompok; ketiga, pendidik perlu akomodatif terhadap ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan dalam proses perencanaan.
3)      Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. Tahap evaluasi menurut Departemen Pendidikan Nasional (1996:6), hendaknya memerhatikan prinsip evaluasi pembelajaran terpadu :
a)      Memeberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan evaluasi diri (self evaluation/ self assesment) disampingbentuk evaluasi lainnya.
b)     Pendidik perlu mengajak para peserta didik untuk mengevaluasi perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan yang akan dicapai.
Berikut ini disajikan sintkas pembelajaran terpadu yang dikembangkan dengan mengadopsi sintaks model pembelajaran langsung yang diintegrasikan dengan model pembelajaran kooperatif. Sedangkan sintaks pembelajaran kooperatif ditunjukkan pada kegiatan guru dalam fase 3 dan 4.
Tabel 2
Sintaks Pembelajaran Terpadu
Tahap
Tingkah Laku Guru
A
B
Fase-1
Pendahuluan
1.      Mengaitkan pelajaran sekarang dengan pelajaran sebelumnya
2.      Memotivasi siswa
3.      Memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui konsep-konsep prasyarat yang sudah dikuasai oleh siswa
4.      Menjelaskan tujuan pembelajaran (Kompetensi Dasar dan Indikator)
Fase-2
Presensi materi
1.     Presentasi konsep-konsep yang harus dikuasai oleh siswa melalui demonstrasi dan bahan bacaan
2.     Presentasi keterampilan proses yang dikembangkan
3.     Presentasi alat dan bahan yang dibutuhkan melalui charta
4.     Memodelkan penggunaan peralatan melalui charta
Fase-3
Membimbing pelatihan
1.    Menempatkan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
2.    Mengingatkan cara siswa bekerja dan berdiskusi secara kelompok sesuai komposisi kelompok
3.    Membagi buku siswa dan LKS
4.    Mengingatkan cara menyusun laporan hasil kegiatan
5.    Memberikan bimbingan seperlunya
6.    Mengumpulkan hasil kerja kelompok setelah batas waktu yang ditentukan

 
(lanjutan)
Tabel 2
Sintaks Pembelajaran Terpadu
A
B
Fase-4
Menelaah pemahaman dan memberikan umpan balik
1.    Mempersiapkan kelompok belajar untuk diskusi kelas
2.    Meminta salah satu anggota kelompok untuk mempresentasikan hasil kegiatan sesuai dengan LKS yang telah dikerjakan
3.    Meminta anggota kelompok lain menanggapi hasil presentasi
4.    Membimbing siswa menyimpulkan hasil diskusui
Fase-5
Mengembangkan dengan memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan
1.    Mengecek dan memberikan umpan balik terhadap tugas yang dilakukan
2.    Membimbing siswa menyimpulkan seluruh materi pembelajaran yang  baru saja dipelajari
3.    Memberikan tugas rumah
Fase-6
Menganalisis dan mengevaluasi
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap kinerja mereka
(Sumber: Trianto, 2012: 68)
0 Komentar untuk "Contoh Tematik Terpadu, Landasan dan Prinsip Dasar Pembelajaran Terpadu dalam Proposal"

Back To Top