katazikurasana30. Diberdayakan oleh Blogger.

Cara Penulisan Manfaat Penelitian dan Landasan Teori dalam Proposal IPA


E.  Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat beberapa manfaat yang diharapkan peneliti setelah penelitian dilaksanakan.
1.        Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi guru dalam melakukan penilaian portofolio berbasis saintifik di kelas V sekolah dasar.
2.        Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat menciptakan instrumen asesmen portofolio berbasis saintifik di kelas V sekolah dasar.
3.        Hasil penelitian ini dapat menjadi sebuah contoh asesmen portofolio berbasis saintifik di kelas V sekolah dasar.
F.  Landasan Teori
1.        Asesmen Portofolio
a.       Pengertian Portofolio
Dalam dunia pendidikan, portofolio dapat digunakan guru untuk melihat perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu berdasarkan kumpulan hasil karya sebagai bukti dari suatu kegiatan pembelajaran. Penilaian hasil karya dalam pembelajaran oleh guru dapat dilakukan dengan beberapa teknik penilaian, salah satunya dengan menggunakan penilaian portofolio. Secara etimologi, portofolio berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan dari report) yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap, jadi portofolio berarti laporan lengkap segala aktivitas seseorang yang dilakukan (Erman dalam Fazzila, 2010:143).
(Popham dalam Zainal 2009:198) memaparkan bahwa penilaian portofolio merupakan penilaian secara berkesinambungan dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan peserta didik dalam kurun waktu tertentu.
Jadi berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil belajar siswa yang disusun secara sistematis sesuai dengan panduan dan digunakan untuk melihat perkembangan proses belajar siswa dalam waktu tertentu.
Menurut Barton & Collins (1997) dalam Surapranata (2004:25) semua objek portofolio atau evidence dibedakan  menjadi empat macam, yaitu:
1)   Hasil karya peserta didik (artifacts), yaitu hasil kerja peserta didik yang dihasilkan di kelas.
2)   Reproduksi (reproduction) yaitu hasil kerja peserta didik yang dikerjakan di luar kelas.
3)   Pengesahan (attestations) yaitu pernyataan dan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru atau pihak lainnya tentang peserta didik.
4)   Produksi (productions) yaitu hasil kerja peserta didik yang dipersiapkan khusus untuk portofolio.
Adapun tujuan pemanfaatan portofolio saat ini sudah semakin luas, hal ini didasari oleh adanya prinsip kebermaknaan dan humanisme, Menurut Sujiono dalam Sarah  (2010:144) pengukuran hasil belajar melalui portofolio yang terkait dengan pengukuran hasil belajar melalui pengalaman harus dapat memenuhi kompetensi dan standar tertentu, dimana kompetensi menggambarkan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melaksanakan suatu tujuan, tetapi standar lebih ditekankan pada kualifikasi seseorang dalam pekerjaan tersebut yang terkait dengan unjuk perbuatan, dengan memperlihatkan suatu tingkat ketrampilan dan pemahaman peserta didik, mendukung tujuan pembelajaran serta dapat merefleksikan perubahan oleh peserta didik, guru dan orang tua.
Portofolio dapat berbentuk tugas-tugas yang dikerjakan siswa, jawaban siswa atas pertanyaan guru, catatan hasil observasi guru, catatan hasil wawancara guru dengan siswa, laporan kegiatan siswa dan karangan atau jurnal yang dibuat siswa. Portofolio dapat digunakan untuk mendokumentasikan perkembangan siswa. Karena menyadari proses belajar sangat penting untuk keberhasilan belajar, maka portofolio dapat digunakan oleh siswa untuk melihat kemajuan mereka sendiri terutama dalam hal perkembangan, sikap keterampilan dan ekspresinya terhadap sesuatu, khususnya dalam proses pembelajaran. Berdasarkan rangkuman dari pendapat Surapranata dan Hatta, Barton, dan Collins, dan Adriani, Karakteristik portofolio antara lain:
1)   Dapat menggambarkan perkembangan kemajuan siswa dalam satu bidang studi secara komprehensif, karena dengan adanya penilaian portofolio memungkinkan siswa untuk mengerjakan secara optimal tanpa adanya tekanan.
2)   Portofolio memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan self-evaluation, karena siswa dapat menilai sendiri hasil pekerjaannya untuk diperbaiki.
3)   Menjadi bukti otentik yang menggambarkan kemampuan belajar siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
4)      Dapat meningkatkan refleksi diri dan penilaian diri siswa
5)      Alat dalam proses belajar-mengajar yang menjembatani dan memudahkan dialog antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, guru dengan orangtua, dan siswa dengan orangtua.
b.      Tujuan Asesmen Portofolio
Dalam penilaian di kelas, portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan. Berdasarkan rujukan dari Depdiknas, Surapranata dan Hatta tujuan portofolio antara lain:
1)        Menghargai perkembangan yang dialami siswa.
2)        Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung.
3)        Memberi perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik.
4)        Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi.
5)        Meningkatkan efektifitas proses pengajaran.
6)        Bertukar informasi dengan orang tua, wali siswa, dan guru lain.
7)        Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri posistif pada siswa.
8)        Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri.
9)        Membantu siswa dalam merumuskan tujuan.
c.    Prinsip-prinsip Portofolio
Dalam proses pelaksanaan evaluasi dengan sistem penilaian portofolio terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya yaitu:
1)        Saling Percaya. Penilaian portofolio adalah penilaian yang melibatkan siswa secara aktif sebagai pihak yang dievaluasi. Antara guru sebagai evaluator dan siswa sebagai pihak yang dievaluasi harus saling percaya bahwa bukan semata-mata untuk menilai hasil pekerjaannya akan tetapi sebagai upaya pemberian umpan balik untuk meningkatkan hasil belajar.
2)        Keterbukaan. Portofolio adalah penilaian yang dilaksanakan secara terbuka, artinya guru sebagai evaluator bukan hanya berperan sebagai orang yang memberi nilai atau kritik, akan tetapi siswa yang dievaluasi perlu memahami mengapa kritik itu muncul, oleh sebab itu guru harus terbuka melalui argumentasi yang tepat dalam setiap memberikan penilaian.
3)        Kerahasiaan. Sebelum dilaksanakan pameran, kerahasiaan dokumen (evidence) setiap siswa perlu dijaga. Hal ini untuk menjaga perasaan siswa, jangan sampai ada kesan siswa merasa direndahkan dan dipermalukan didepan teman-temannya, apalagi kalau komentar itu menyangkut kemampuan dan pribadi siswa yang bersangkutan. Demikian juga komentar untuk siswa yang dianggap baik, tidak perlu diinformasikan pada yang lain. Hal ini untuk menjaga agar siswa yang bersangkutan tidak merasa paling hebat diantara teman-teman lainnya.
4)        Milik Bersama. Guru dan siswa harus merasa bahwa evidence portofolio adalah milik bersama, oleh karena itu semua pihak harus menjaganya secara baik. Hal ini akan mempermudah manakala siswa atau guru memerlukannya.
5)        Kepuasan dan Kesesuaian. Hasil akhir dari penilaian portofolio adalah ketercapaian kompetensi seperti yang dirumuskan dalam kurikulum. Guru dan siswa akan merasa puas manakala kompetensi itu telah tercapai. Oleh karena itu, terkumpulnya evidence merupakan kepuasan baik bagi guru maupun bagi siswa.
6)        Budaya Pembelajaran. Penilaian portofolio harus dapat mengembangkan budaya belajar. Sebab penilaian portofolio itu sendiri pada dasarnya mengandung proses pembelajaran. Unjuk kerja yang tergambar pada setiap evidence pada dasarnya adalah proses pembelajaran. Penilaian portofolio dengan pengajaran tidak dapat dipisahkan.
7)        Refleks. Penilaian portofolio harus memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk melakukan refleksi tentang proses pembelajaran yang telah dilakukannya. Melalui refleksi, siswa dapat menghayati tentang proses berpikir mereka sendiri, kemampuan yang telah mereka peroleh, serta pemahaman mereka tentang kompetensi yang telah dimilikinya.
8)        Berorientasi pada Proses dan Hasil. Penilaian portofolio bertumpu pada dua sisi yang sama pentingnya, yakni sisi proses dan hasil belajar secara seimbang. Penilaian portofolio mengikuti setiap aspek perkembangan siswa, bagaimana cara belajar siswa, bagaimana motivasi belajar, sikap, minat, kebiasaan, dan lain sebagainya dan pada akhirnya menilai bagaimana hasil belajar yang diperoleh siswa secara keseluruhan, baik aspek kognitip, afektip maupun psikomotorik (ringkasan berdasarkan rujukan dari Adriani, Surapranta dan Hatta).
d.      Bentuk-bentuk Asesmen Portofolio
Adapun bentuk-bentuk penilaian portofolio di antaranya sebagai berikut :
1)        Catatan anekdotal, yaitu berupa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenai perilaku siswa, khususnya yang mencatat berlangsungnya proses pembelajaran. Lembaran ini memuat identitas yang diamati, waktu pengamatan dan lembar rekaman kejadiannya.
2)        Ceklis atau daftar cek, yaitu daftar yang telah disusun berdasarkan tujuan perkembangan yang hendak dicapai siswa.
3)        Skala penilaian yang mencatat isyarat kemajuan perkembangan siswa.
4)        Respon-respon siswa terhadap pertanyaan.
5)        Tes skrining yang berguna untuk mengidentifikasi keterampilan siswa setelah pengajaran dilakukan, misalnya siswa setelah pengajaran dilakukan, misalnya: tes hasil belajar, PR, LKS, laporan kegiatan lapangan.
e.       Bagian Asesmen Portofolio
Portofolio umumnya memiliki beberapa bagian, antara lain daftar isi dokumen, isi dokumen, bendel dokumen, batasan dokumen, dan catatan guru dan orang tua.
1)      Daftar isi dokumen
Pada halaman depan bendel portofolio tertulis nama peserta didik yang bersangkutan berikut contoh daftar evidence atau dokumen yang ada didalamnya seperti terlihat pada tabel 1.1 berikut ini.
Tabel 1
Contoh Portofolio Peserta Didik
Tanggal
Nama/Jenis Dokumen
Keterangan
1 Agustus 2013
Ringkasan satu bab dari buku gemar IPA
Membuat ringkasan
9 September 2013
Lembar kerja peserta didik
Merangkai alat sederhana
4 Februari 2014
Menggambar pemandangan
mewarnai
28 Februari 2014
Ulangan IPA
Daur Air
dst.......................
dst.........................
dst.......................

2)      Isi Dokumen
Isi portofolio yang terkadang dinamakan sebagai evidance atau dokumen yang dapat berupa kumpulan atau tugas yang berisi pekerjaan peserta didik (foto, video, audio, penilaian tertulis, penugasan, hasil karya praktek, catatan, disket, atau fotocopy) selama waktu tertentu yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian kinerja yang objektif, yang menunjukkan apa yang dapat dilakukan siswa. Dokumen menjadi ukuran seberapa baik tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik telah dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum.
3)      Bendel dokumen
Kumpulan semua dokumen peserta didik baik evidence, worksheet, maupun lembaran-lembaran informasi dan lembar kerja yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran dimasukkan kedalam bendel dokumen portofolio. Dokumen-dokumen tersebut ditempatkan dalam satu map atau folder.
4)      Batasan dokumen
Dokumen-dokumen portofolio perlu dikelompokkan, misalnya berdasarkan mata pelajaran sehingga mudah untuk mendapatkannya bila diperlukan. Agar kelompok dokumen mudah diorganisir, maka perlu diberi pembatas misalnya dengan kertas berwarna.
5)      Catatan guru dan orang tua
Pada setiap dokumen yang relevan baik yang berupa lembar kerja, dokumen, maupun kumpulan dokumen yang dipelajari peserta didik terutama yang berupa tugas dari guru harus terdapat catatan/komentar/nilai dari guru dan tanggapan orang tua. Berikut contoh tabel yang menunjukkan komentar guru dan orang tua siswa terhadap hasil penilaian portofolio peserta didik.
Tabel 2
Contoh komentar guru dan orang tua terhadap hasil penilaian portofolio
Penilaian Portofolio Bahasa Indonesia Kelas III Sekolah Dasar
Kompetensi Dasar
Menceritakan peristiwa alam
Nama peserta didik : Suci
Tanggal : 9 Maret 2013
Indikator
PENILAIAN


a.    Menjelaskan peristiwa alam yang terjadi di sekitar
b.    Menjelaskan isi gambar seri tentang peristiwa alam yang terjadi di sekitar
c.    Memberikan saran dan tanggapan terhadap gambar

Jelek sekali
Jelek
Sedang
Baik
Baik sekali
Dicapai melalui:





1.   Pertolongan guru
Komentar guru :
Suci masih kurang baik menjelaskan dan kurang mampu memberikan tanggapan dan saran terhadap tulisannya
2.   Seluruh kelas
3.   Kelompok kecil
4.   Sendiri
Komentar orangtua:
suci masih banyak latihan. Tapi hasil ini cukup memuaskan orangtua


f.    Jenis Asesmen Portofolio
Jenis penilaian portofolio akan memberikan pemahaman tentang perlunya penggunaan penilaian portofolio secara bervariasi sesuai dengan jenis kegiatan belajar yang dilakukan siswa. Berdasarkan rujukan dari Fazzila dan Yus jenis-jenis penilaian portofolio terdiri dari:
1)   Peserta didik terdiri dari penilaian perseorangan dan kelompok. Portofolio perseorangan merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik secara perseorangan, dan portofolio kelompok merupakan kumpulan hasil karya sekelompok siswa atau kelas tertentu.
2)   Sistem, terdiri dari portofolio proses dan produk.
a)   Portofolio proses, menunjukkan tahapan belajar dan menyajikan catatan perkembangan siswa dari waktu ke waktu. Portofolio proses menunjukkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Tujuan menggunakan portofolio proses adalah untuk membantu siswa mengidentifikasi tujuan pembelajaran, perkembangan hasil belajar, dan menunjukkan pencapaian hasil belajar.
b)   Portofolio produk, jenis penilaian portofolio produk hanya menekankan pada penguasaan dari tugas yang dituntut dalam kurikulum, serta hanya menunjukkan penilaian yang paling baik, tanpa memperhatikan penilaian teresebut. Tujuan portofolio produk adalah untuk mendokumentasikan dan merefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai.
Tag : Proposal IPA
0 Komentar untuk "Cara Penulisan Manfaat Penelitian dan Landasan Teori dalam Proposal IPA"

Back To Top